Ukiran Kamoro, Seni Ukir Kayu yang Mendunia dari Mimika
TIMIKA, LELEMUKU.COM – Seni ukir kayu banyak dipraktikkan oleh suku-suku pesisir selatan Papua, termasuk Suku Kamoro di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Meskipun belum seterkenal ukiran Asmat, seni ukir Kamoro memiliki keunikan dan nilai seni yang tinggi.
Pengukir Suku Kamoro disebut maramowe, dan keterampilan tersebut hanya diwariskan kepada keturunan tertentu. Setiap maramowe memiliki motif ukiran sendiri-sendiri, seperti motif eraka waiti (sirip ikan), tako-ema (sayap kelelawar), uema (tulang belakang), uturu tani (awan putih berarak), waken bipi (ekor kuskus pohon), oke-mbare (lidah biawak), upau (kepala manusia), apako upau (kepala ular), dan lainnya.
Hasil ukirannya berupa yamate (perisai), ote kapa (tongkat), pekaro (piting), wemawe (patung orang), dan mbitoro, tiang yang terbuat dari kayu bakau dengan pola ukiran figur-figur manusia. Mbitoro banyak dipajang di depan rumah adat karapau.
Keberadaan seni ukir Kamoro menjadi salah satu kekayaan budaya Papua Tengah yang patut dilestarikan. Pemerintah Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia dan Kedutaan Besar Amerika Serikat pernah mengadakan Kamoro Exhibition Art and Sale untuk memperkenalkan seni ukir ini kepada masyarakat luas. Generasi muda Suku Kamoro didorong untuk terus mempelajari dan mengembangkan keterampilan mengukir ini. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
